Thursday, March 14, 2013

Organisasi masa kebangkitan nasional Indonesia

Setelah kita bahas tentang Latar belakang munculnya pergerakan nasional di Indonesia, berikutnya akan diulas organisasi-organisasi yang berdiri pada masa tersebut. Beberapa organisasi yang berdiri pada masa tersebut adalah sebagai berikut:
1. Budi Utomo (tahun 1908)
Lahir pada tanggal 20 Mei 1908. Organisasi ini merupakan organisasi pergerakan nasional Indonesia yang pertama. Oleh karena itulah maka pada tanggal tersebut diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Budi Utomo didirikan di Jakarta, oleh seorang mahasiswa sekolah kedokteran (STOVIA) bernama Sutomo, dibantu temannya Gunawan Mangunkusumo. Penganjur dan pendorongnya adalah dr. Wahidin Sudiro Husodo. Tujuannya ialah mencapai kemajuan dan meningkatkan derajat/martabat bangsa Indonesia. Untuk mencapai tujuan ini perlu adanya pengajaran yang luas dan memajukan budaya masyarakat.

2. Sarekat Islam (SI) tahun 1912)
Sarekat Islam atau disingkat SI, merupakan perkembangan dari suatu perkumpulan yang namanya Sarekat Dagang Islam (SDI). SDI ini sebenarnya sudah ada sejak tahun 1909 di Jakarta. Kemudian pada tahun 1911, SDI didirikan di kota Surakarta oleh Haji Samanhudi.

Beliau adalah seorang pedagang batik dari kampung Laweyan, Solo, Jawa Tengah. SDI berdasarkan agama Islam dan bertujuan untuk memajukan perdagangan orang-orang Indonesia agar mampu menyaingi pedagang-pedanang Cina.

Pada tahun 1912 dalam konggresnya, nama SDI diubah menjadi Sarekat Islam yang disingkat SI. Pimpinannya dipegang oleh Haji Umar Said Cokroaminoto. Tokoh-tokoh terkenal lainnya antara lain, Haji  Agus Salim dan Abdul Muis. Pada waktu itu ditetapkan pula, Surabaya sebagai pusat SI.

Tujuan organisasi ini tidak terbatas untuk kepentingan kaum pedagang saja, tetapi diperluas demi rakyat secara keseluruhan, yaitu:
  • Memajukan kehidupan rakyat, melalui perekonomian.
  • membina persatuan antar umat Islam.
  • Memajukan derajat dan kecerdasan rakyat.
  • Tidak memusuhi agama lain.
Dalam perkembangannya lebih lanjut, SI terpaksa pecah menjadi dua bagian, yaitu:
  1. SI merah: berhaluan komunis, pusatnya di Semarang. Para pemimpinnya adalah Semaun, Alimin dan Darsono.
  2. SI Putih: berhaluan Islam, berpusat di Yogyakarta. Para pemimpinnya adalah Abdul Muis, H. Agus Salim dan Suryopranoto.
3. Indische Partij (IP) tahun 1912
Didirikan di Bandung pada tahun 1912 oleh Tiga Serangkai, yaitu: Douwes Dekker (dr. Setyabudi Danudirjo), R.M. Suwardi Suryaningrat dan dr. Cipto Mangunkusumo. Tujuannya adalah membina nasionalisme untuk Indonesia merdeka, dan Indonesia untuk bangsa Indonesia.

Dengan melihat tujuannya, maka IP dapat dikatakan sebagai partai politik yang pertama di Indonesia. Belanda sudah mulai curiga. Apalagi adanya kritik-kritik pedas yang disampaikan Tiga Serangkai. Sebagai contoh tulisan R.M. Suwardi Suryaningrat yang berjudul "Seandainya Aku Seorang Belanda". Apalagi setelah mengetahui bahwa Tiga Serangkai mengobarkan semangat persatuan nasional untuk mencapai kemerdekaan, Belanda mengambil tindakan. Tahun  1913 Indische Partij dilarang. Para pemmpinnya ditangkap kemudian diasingkan.

4. Muhammadiyah tahun 1912
Didirikan di Yogyakarta, pada tahun 1912 oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan. Organisasi ini berasaskan agama Islam dan merupakan organisasi dakwah, bukan organisasi politik. Muhammadiyah bergerak dibidang sosial.

Tujuannya memurnikan pelaksanaan agama Islam berdasarkan Al-Quran dan Hadist. Untuk ini diadakan pembaharuan dengan cara membersihkan unsur-unsur luar yang telah masuk ke dalam tubuh Islam, misalnya takhayul, pemujaan kepada selain Tuhan Yang Maha Esa dan lain-lain.

Usaha-usaha nyata yang telah dilakukan misalnya membangun tempat-tempat peribadatan, sekolah, rumah sakit, panti asuhan dan sebagainya. Usaha ini terus berkembang hingga sekarang.

No comments:

Post a Comment