Monday, June 24, 2013

Tentang Negara Singapura

Singapura adalah negara yang terletak di Asia Tenggara dan juga sebagai anggota ASEAN, dengan luas wilayah kurang lebih 618 km persegi, beribukota di Singapura, bentuk pemerintahan Republik, hari kemerdekaan 9 Agustus, kepala negara Presiden, kepala pemerintahan Perdana Menteri, lagu kebangsaan "Majulah Singapura", bahasa yang digunakan: Melayu, Cina, Inggris dan Tamil, Agama: Islam, Konghucu, Budha, Hindu dan Kristen, mata uang Dolar Singapura (S$), Bandar udara internasional "Changi", perusahaan penerbangan "Singapura Airlines (SIA).

Singapura merupakan negara kepulauan, menjadi koloni Inggris hingga tahun 1959. Pada tahun 1963 dibentuk negara Malaysia yang meliputi Persekutuan Tanah Melayu (di semenanjung Malaysia), Singapura, Serawak dan Sabah. Tetapi pada tanggal 9 Agustus 1965 Singapura memisahkan diri dari Malaysia dan membentuk negara yang berdiri sendiri. Bergabung menjadi anggota negara persemakmuran (Common wealth) Inggris sejak 22 Desember 1965.

Singapura terletak antara Indonesia dan Malaysia. Secara astronomis terletak pada 1 derajat 15 Lintang Utara dan 104 Bujur Timur. Letaknya sangat strategis menghubungkan pelabuhan-pelabuhan di pantai Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, dan lalu lintas udara Eropa - Asia di bagian utara dan Australia di bagian selatan. Memiliki iklim khatulistiwa yang hangat dan lembap, musim penghujan dan kemarau tidak banyak bedanya.


Lihat Peta Lebih Besar
Pelabuhan Singapura semakin penting, terutama setelah dibukanya Terusan Suez, yaitu:
  • Sebagai pelabuhan untuk mengisi bahan bakar dan air tawar Singapura menjadi tempat persinggahan antara pelayaran dan Samudera Hindia melalui Selat Malaka menuju Samudera Pasifik, menuju China dan Filipina melalui Laut China Selatan. Dengan melalui Laut China Selatan memasuki Samudera Pasifik atau Laut Jepang menuju Jepang, melalui Selat Sunda atau Laut Banda memasuki Samudera Hindia menuju Australia dan Selandia Baru.
  • Sebagai pelabuhan transito. Beberapa jenis barang ekspor dari negara-negara sekitarnya yang hendak di kirim ke pasaran Eropa atau Amerika, diangkt ke Singapura, kemudian dipindah kapalkan ke kapal-kapal tujuan. Sebaliknya juga berlaku untuk barang-barang yang berasal dari Eropa, Amerika dan Jepang, dikumpulkan di pelabuhan Singapura. Dari pelabuhan inilah kemudian barang-barang didistribusikan ke negara-negara sekitarnya yang membutuhkan. Dengan kata lain, ekspor dari negara-negara Eropa, Amerika dan Jepang tidak langsung di masukkan ke negara-negara yang memerlukan, tetapi di kirim melalui pelabuhan Singapura.
Penduduk negara ini terdiri atas beberapa bangsa, yaitu: China (76,8%), Melayu (14,6%), India, Pakistan, Sri Lanka dan Bangladesh (keseluruhan hanya 6,4%) dan bangsa-bangsa lainnya (2,2%). Karena jumlah penduduk yang banyak dibanding luasnya tanah, sehingga menimbulkan masalah kesempatan kerja dan perumahan. Pemerintah Singapura mencoba mengatasi masalah ini dengan program industrialisasi, keluarga berencana dan pembangunan kompleks perumahan susun. Program KB cukup berhasil, terbukti laju pertambahan penduduknya termasuk rendah, yaitu 1,7 % pertahun.

Sumber penghidupan penduduk Singapura yang utama adalah perdagangan dan industri. Karena keterbatasan tanah, usaha-usaha pertanian terbatas di daerah-daerah pinggiran kota dan dilakukan dengan pemupukan dan sistem pengairan yang baik (intensif). Pertanian di negara ini ditekankan pada buah-buahan dan bunga-bungaan, terutama anggrek. Produksi pertanian, terutama bahan-bahan pangan, diimpor dari negara-negara tetangga, seperti Indonesia, Malaysia, dan Muangthai. Industri terpusat di daerah Jurong, terutama industri besi dan baja, semen, pembuatan kapal. Industri ringan menghasilkan barang-barang elektronika, makanan, minuman, kimia, tekstil dan sebagainya. Di samping industri, Singapura maju dalam bidang perdagangan. Pertumbuhan ekonominya cukup tinggi, yaitu rata-rata 10% pertahun.

Hubungan dagang dengan Indonesia dari tahun ke tahun menunjukkan kecenderungan yang terus meningkat. Singapura mengimpor minyak bumi mentah, timah, karet alam, gas alam, kayu lapis, sayur-sayuran, daging dari INdonesia. Sebaliknya Indonesia mengimpor pipa besi dan baja, kapal dan perahu, hasil-hasil penyulingan minyak bumi, bahan kimia dari Singapura. Ekspor Indonesia ke berbagai negara lainnya sebagian juga dilakukan melalui pelabuhan Singapura. Pada tahun 1987, nilai ekspor Indonesia ke Singapura
sebesar US$ 1.327,6 juta, sedangkan nilai impor Indonesia dari Singapura adalah US$ 1.139 juta.

No comments:

Post a Comment